twitter


A. Pendahuluan.
Penyajian data merupakan salah satu kegiatan dalam pembuatan laporan hasil penelitan yang telah dilakukan agar dapat dipahami dan dianalisis sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Data yang disajikan harus sederhana dan jelas agar muda dibaca.

Penyajian data juga dimaksudkan agar para pengamat dapat dengan mudah memahami apa yang kita sajikan untuk selanjutnya dilakukan penilaian atau perbandingan, dan lain-lain.

B. Tujuan.
Penyajian data Epidemiologi mempunyai tujuan :
1. Memberi gambaran yang sistematis tentang peristiwa-peristiwa yang merupakan hasil penelitian atau observasi Epidemiologi.
2. Data lebih cepat ditangkap dan dimengerti.
3. Memudahkan dalam membuat analisis data.
4. Membuat proses pengambilan keputusan dan kesimpulan lebih tepat, cepat, dan akurat.

C. Metode Penyajian Data.
Cara penyajian data penelitian dilakukan melalui berbagai bentuk. Bentuk
penyajian data bermacam-macam dan disesuaikan dengan data yang tersedia dan tujuan yang hendak dicapai Pada umumnya dikelompokkan menjadi 3 bentuk, yakni penyajian data dalam bentuk teks, penyajian data dalam bentuk tabel dan penyajian data dalam bentuk grafik.

Secara umum, penggunaan ketiga bentuk penyajian ini berbeda. Penyajian
secara teks biasanya digunakan untuk penelitian atau data kualitatif, penyajian dengan tabel digunakan untuk data yang sudah diklasifikasikan dan ditabulasi. Tetapi apabila data akan diperlihatkan atau dibandingkan secara kuantitatif maka disajikan dalam bentuk grafik. Meskipun demikian pada prakteknya ketiga bentuk penyajian ini dipakai secara bersama-sama karena memang saling melengkapi.

1. Penyajian Data Dalam Bentuk Teks.
Penyajian secara teks adalah penyajian data hasil penelitian dalam bentuk kalimat. Misalnya, penyebaran penyakit malaria di daerah pedesaan pantai lebih tinggi bila dibandingkan dengan penduduk pedesaan pedalaman. Peyajian data dalam bentuk teks merupakan gambaran umum tentang kesimpulan tentang hasil pengamatan. Dalam bidang kesehatan, penyajian dalam bentuk teks hanya digunakan untuk member informasi.

Penyajian dalam bentuk teks banyak digunakan dalam bidang sosial, ekonomi, psikologi dan lain-lain, dan berperan sebagai laporan hasil penelitian kualitatif, misalnya, untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang suatu produk yang telah dipasarkan atau penerimaan, pendapat serta kepercayaan masyarakat terhadap suatu program pemerintah atau program pelayanan kesehatan pada masyarakat atau keberadaan petugas kesehatan yang terdapat didaerah.

2. Penyajian Data Dalam Bentuk Tabel.
Penyajian dalam bentuk tabel merupakan penyajian data sistematik dalam bentuk angka yang disusun secara teratur dalam kolom dan baris. Penyajian dalam bentuk tabel banyak digunakan pada penulisan laporan hasil penelitian dengan maksud agar orang mudah memperoleh gambaran rinci tentang hasil penelitan yang telah dilakukan.  Tabel yang lengkap terdiri dari :

a. Nomor Tabel.
Bila abel yang disajikan lebih dari satu, maka hendaknya diberi nomor agar mudah untuk mencari kembali bila dibutuhkan. Nomor tabel biasanya ditempatkan diatas sebelah kiri sejajar dengan nomor tabel.

b. Judul Tabel.
Setiap tabel harus diberi judul karena dari judul tabel orang dapat mengatahui tentang apa yang disajikan. Kalimat pada judul tebel harus singkat, jelas, dan berisi keterangan tentang apa, dimana, dan bila mana.
Judul harus konsisten dan menggambarkan judul tabel

Judul
Baris
Badan tabel

c. Catatan Pendahuluan.
Catatan pendahuluan biasanya diletakkan dibawah judul dan berfungsi sebagai keterangan tambahan tentang tahun pembuatan tabel atau jumlah pengamatan yang dilakukan.

d. Badan Tabel.
Badan tabel terdiri dari judul kolom, judul baris, judul konpartemen dan sel.

e. Catatan Kaki.
Catatan kaki dimaksudkan untuk member keterangan terhdap singkatan atau ukuran yang digunakan. Biasanya dengan member tanda sesuai dengan tanda yang terdapat di kanan atas singkatan yang digunakan. Tanda yang biasa yang dapat berupa *x dan lain-lain. Catatan kaki diletakkan dibawah kiri tabel.

f. Sumber Data.
Sumber data diletakkan dibagian kiri bawah (dibawah catatan kaki) sumber data ini mempunyai arti penting bila data yang disajikan berupa data sekunder. Penulisan sumber data harus jelas dan lengkap, seperti dari mana data tersebut diambil, oleh siapa, judul penyusunan dan penerbitnya serta tahun penerbitannya, misalnya diambil dari hasil penelitian berjudul Peningkatan Peran Petugas Kesehatan Dalam Memeberikan Penerangan, dilakukan oleh bagian ketenagakerjaan Rumah Sakit X, yang diterbitkan dalam Bulletin Kesehatan Vol 3 nomor 2, Maret 1988 Halaman 32. Hal ini dimaksudkan agar orang dapat mencari tabel aslinya.
Berdasar penggunaannya, tabel dalam penyajian data epidemiologi ini mempunyai bentuk tabel bermacam-macam, tetapi yang banyak digunakan adalah :

a. Tabel berdasarkan fungsinya.
Tabel dapat digunakan untuk menyusun perencanaan dan dapat pula berfungsi sebagai referensi atau  memberikan penjelasan dalam penulisan laporan. Tabel berdasarkan fungsinya bermacam-macam, yaitu:

1) Tabel Sinopsis.
Tabel ini berisi semua variable yang akan dikumpulkan
dalam tulisan dalam kolom dan baris dengan urutan yang sama.
Tabel ini mempunyai arti penting dalam perencanaan suatu
penelitian, karena dengan tabel synopsis dapat diketahui jumlah
tabel yang dihasilkan dan variabel yang akan dicari hubungannya
sehingga memudahkan penulisan laporan. Contoh :
Tabel 2. Tabel Sinopsis

1 2 3 4 5 6 7
1
2
3
4
5
6
7
Variabel-variabel dalam sauatu peelitian yang akan dikumpulkan
adalah sebagai berikut :
a) Tingkat pendidikan.
b) Jenis pekerjaan.
c) Jumlah anak.
d) Pertolongan persalinan.
e) Pembuangan sampah.
f) Kepemilikan rumah.
g) Penghasilan keluarga.

Dari tabel 2 diatas diperoleh sebanyak 21 buah tabel dan dari 21
tabel tersebut dapat ditentukan variabel mana yang diperkirakan
berhubungan. Misalnya hubungan antara variabel 1 dan 2, vaiabel
3 dan 5, dst.

2) Tabel Induk
Tabel ini berfungsi sebagai referensi, tabel ini dapat diambil
sebagian dan disisipkan dalam penulisan laporan. Pada tabel
induk ini terdapat semua variabel yang dikumpulkan, tabel ini tidak
dapat digunakan sebagai perbandingan. Tabel induk biasanya
ditempatkan dibelakang sebagai lampiran. Contoh tabel induk : 5

Tabel 3. Tabel Induk

Gol.
Umur
Jenis kelamin Pekerjaan Pendidikan Ket
Pria Wanita Tani Buruh Dagang SD SMP SMU

Jumlah
3) Tabel Kerja (Tabel Teks)
Tabel yang menggambarkan beberapa variabel secara rinci.
Tabel ini berguna untuk mengadakan pembahasan lebih mendalam
terhadap hasil penelitian, mengadakan perbandingan antar variabel
atau untuk memberikan gambaran tentang adanya hubungan antar
dua variabel. Tabel ini diambil dari tabel induk atau gabungan dari
beberapa tabel kerja. Sesuai fungsinya tabel ini disisipkan dalam
teks penulisan laporan sesuai dengan topic bahasannya. Tabel ini
disusun berdasarkan progresivitas, tahun atau bergantung pada
kebutuhan.
Dari tabel teks ini dapat dibuat tabel silang untuk
mengetehui adanya hubungan antara dua variabel. Contoh untuk
mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan jenis
pekerjaan.
Tabel 4. Tabel Teks

Tingkat
Pendidikan
Jenis Pekerjaan
Buruh Tani Dagang PNS
Tidak Sekolah

SD

SMP

SMU

Perg. Tinggi

Lain-lain

Jumlah

b Tabel kontingensi.
Tabel kontigensi disusun berdasarkan banyaknya baris dan kolom,
tabel ini disajikan untuk memberikan gambaran hasil penelitian. Tabel ini
juga banyak digunakan dalam perhitungan statistic inferensial untuk
pengujian hipotesis, misalnya penrhitungan menggunakan uji "t" atau "X2", dll. Tabel ini digunakan sesuai banyaknya kolom sehingga dikenal tabel
2 x 2 atau 2 x 3, dll. Contoh : 6

Tabel 5. Tabel Kontigensi 2 x 2
Judul kolom Jumlah



Jumlah
Tabel 6. Tabel Kontigensi 2 x 2

Judul kolom Jumlah


Jumlah

Tabel 7. Tabel Kontigensi 2 x 2

Judul kolom Jumlah



Jumlah


c Tabel berdasarkan penyusunan judul baris
tabel ini bermacam-macam dan tergantung data yang tersedia dan
kebutuhan penyajian data. Tabel dapat disusun sebagai berkut :

1) Berdasarkan abjad.
Tabel ini dimaksudkan untuk memudahkan pencarian
kembali tabel yang dibutuhkan, oleh karena itu tabel ini banyak
terdapat pada tabel induk. Tabel ini dapat digunakan sebagai
referensi, tetapi tabel ini tidak dapat digunakan untuk
perbandingan.
2) Berdasarkan geografis.
Tabel ini bertujuan untuk mengetahui keadaan berbagai
daerah. Tabel ini disusun menurut letak geografis, tabel seperti ini
banyak dikeluarkan oleh instansi pemerintah, seperti Biro Statistik
Pusat. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tabel ini tidak
dapat digunakan sebagai tabel induk maupun tabel kerja.
Judul
baris
Judul
baris

Judul
baris 7

3) Berdasarkan perkembangan waktu.
Tabel ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui
perkembangan yang terjadi berdamaan berjalan waktunya.
Perkembangan tersebut dapat berupa perubahan alami maupun
perubahan yang disebabkan oleh intervensi manusia. Misalnya
untuk mengatahui perkembangan atau pertumbuhan penduduk
kota atau untuk mengetahui hasil program kesehatan.
Tabel perkembangan semacam ini banyak disisipkan dalam
teks penulisan laporan. Misalnya untuk mengetahui perkembangan
program KB selama 5 tahun yang terjadi disuatu daerah.
Tabel 8. Jumlah Akseptor KB di daerah A Tahun 2001 – 2005.


Tahun Jumlah Akseptor

2001 325
2002 367
2003 563
2004 425
2005 342

Jumlah 2022
4) Berdasarkan besarnya angka.
Tabel berdasarkan penyusunan angka dapat dilakukan dari
angka terkecil sampai angka terbesar atau sebaliknya, tergantung
pada fokus pembahasan. Penulisan angka diletakkan di kiri tabel.
Dalam bidang Kesmas, bentuk tabel ini dapat digunakan untuk
mendapatkan gambaran distribusi penyakit, misalnya distribusi
penyakit menurut jenis kelamin. Contoh :
Tabel 9. Distribusi Penyakit Menurut Jenis Kelamin.

Jenis Penyakit Jumlah
Jenis kelamin
Laki-laki Wanita
Saluran nafas 634 327 307
Saluran pencernaan 621 417 204
Penyakit kulit 547 253 294
Penyakit mata 324 179 145
jumlah 2126 1176 950
Penilaian :
Dari tabel diatas dapat diketahi jenis penyakit yang terbanyak
adalah penyakit saluran pernafasan dan penderita terbanyak
adalah laki-laki. 8

Tabel tersebut diatas dapat juga digunakan untuk :
a) Penyusunan prioritas.
b) Mengajukan usul kebutuhan obat atau alat-alat yang
dibutuhkan.
5) Berdasarkan kelaziman.
Penyusunan tabel ini berdasarkan kelaziman. Oleh karena
itu tidak terdapat ketentuan yang baku.
6) Berdasarkan tingkatan.
Penyusunan tabel ini berdasarkan tingkantan terendah ke
yang tertinggi atau sebaliknya, contoh tabel tingkat pendidikan.

3. PENYAJIAN DATA DALAM BENTUK GRAFIK.
Penyajian dalam bentuk grafik adalah suatu penyajian data secara visual
melalui bentuk grafik, gambar atau diagram. Penyajian dalam bentuk ini lebih
menarik, jelas dan mudah dipahami. Grafik terdiri dari dua sumbu yaitu sumbu
horisontal yang disebut absis atau sumbu "x" dan sumbu vertikal yang disebut
ordinat atau sumbu "y"
Dalam pembuatan grafik, penulisan judul grafik hendaknya ditulis dengan
jelas, singkat dan sederhana. Judul grafik dapat diletak dibagian atas atau
bawah grafik. Adapun dalam pemilihan bentuk grafik harus disesuaikan dengan
data yang ada, dan jika terdapat lebih dari satu bentuk grafik, pilihlah yang
hasilnya menarik.
a. Manfaat grafik.
1) Membandingkan beberapa variabel, beberapa kategori
dalam variabel atau satu variabel pada waktu dan tempat
yang berbeda.
2) Meramalkan perubahan yang terjadi dengan berjalannya
waktu.
3) Mengetahui adanya 2 hubungan variabel atau lebih.
4) Memberikan penerangan kepada masyarakat.
b. Kerugian grafik.
1) Penyajian dalam bentuk grafik harus menarik karena
pembuatan grafik merupakan seni, sehingga tidak semua
orang dapat membuat grafik yang menarik.
2) Grafik memberikan keterangan yang tidak rinci. 9

3) Grafik harus dibuat dengan benar, karena pembuatan grafik
yang salah atau perhitungan yang salah mengakibatkan
penilaian yang salah.
4) Informasi yang disajikan terbatas, karena bila data yang
disajikan dalam satu grafik terlalu banyak maka akan
membingungkan pengamat.
5) Dengan penyajian dalam bentuk grafik, kita akan kehilangan
informasi secara rinci.
c. Macam-macam grafik.
Bentuk grafik dapat bermcam-macam berdasarkan bentuk dan fungsinya :
1) Berdasarkan bentuk.
a) Grafik batang (Bar diagram).
Yaitu grafik yang membentuk batang yang
penilaiannya dilakukan berdasarkan tinggi batang. Grafik ini
banyak digunakan disarana pelayanan kesehatan karena
pembuatannya mudah dan sederhana. Contoh :
Grafik 1. Grafik Angka Kamatian di Desa A dan B
0/00
40-
30-
20-
10 -

A B
Grafik 2. Grafik Distribusi penyakit Hepar di RS X.

frekuensi





10

Grafik 3. Grafik distribusi penderita yang dirawat selama 1 tahun.
frekuensi
1400 -
1300 -
1200 -
1100 -
1000 -

200 -
100 -
0 Tahun
2000 2001
Grafik 4 Grafik batang dapat digambarkan bersusun

25 - = Gizi baik 25 -
20 - = Gizi sedang 20 -
15 - = Gizi kurang 15 -
10 - 10 -
5 - 5 -

(1) Histogram
Histogram merupakan grafik batang yang
disusun secara teratur dan berimpitan satu dengan
yang lain tanpa ruang antara. Grafik ini diperoleh dari
data kumulatif yang kontinu dalam bentuk distribusi
frekuensi. Lebar setiap batang merupakan proporsi
dari seluruh batang. Tinggi batang merupakan
frekuensi yang terdapat dalam kelas interval yang
bersangkutan hingga luas tiap batang merupakan
proporsi dari seluruh luas histogram, dimana luas
seluruh histogram sama dengan 1.0 atau 100%. Oleh
karena itu histogram disebut sebagai diagram luas.

11

Grafik 4. Grafik Histogram






(2) Frekuensi Poligon
Bila titik tengan dari batang dalam histogram
dihubungkan satu dengan yang lain maka akan
menghasilkan frekuensi poligon.
Grafik 5. Foligon Frekuensi







b) Grafik lingkaran (Pie diagram).
Grafik lingkaran merupakan grafik yang disajikan
dalam bentuk lingkaran yang dapat disajikan dalam bentuk 3
dimensi yang menyerupai kue. Grafik lingkaran digunakan
untuk membandingkan secara relatif kategori-kategori dalam
satu variabel.
Ketentuan dalam pembuatan gambar.
- Besar lingkaran harus dibuat sedemikian rupa sehingga
tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil agar enak
dipandang.
- Kategori yang dibandingkan tidak banyak, biasanya 4-6
kategori. 12

- Sudut segmen tidak terlalu kecil agar dapat dibedakan
dengan jelas.
- Tiap segmen dapat diberi warna.
- Besarnya segmen harus menggambarkan presentase
yang sesuai.
Contoh :
Tebel 10. Distribusi frekuensi penyakit.

Jenis Penyakit Jumlah

Penyakit saluran napas 500
Penyakit saluran pencernaan 200
Peyakit kulit 200
Penyakit mata 50
Lain-lain 50

Jumlah 1.000
Cara menggabar grafik lingkaran :
- Ubah frekuensi penyakit menjadi %.
- Ubah presentase menjadi derajat (% x 360).
- Gambar setiap penyakit sesuai derajat yang dihasilkan.
Grafik 6.













1

5 %

3

4

5
5 %
20 %
20 %
50 %
2 13

c) Grafik garis (Line diagram).
Grafik garis merupakan penyajian data dalam bentuk garis.
Beberapa contoh grafik garis :
Grafik garis proporsional.
Grafik yang dinyatakan dalam bentuk persen (%).
grafik 7











1 2 3 4 5

Grafik frekuensi komulatif
Grafik yang dihasilkan dari data frekuensi distribusi komulatif
dan digunakan untuk mengetahui posisi individu dalam satu
kelompok.
Contoh
Distribusi komulatif tekanan darah stolik dari 50 orang.
Tabel 11 Distribusi Frek. Komultif tekanan darah sistolik (n=50)

Tekanan darah Frekuensi Frekuensi Komulatif
Sistolik (mmHg) < batas atas 130-139 2 0 140-149 10 2 150- 159 15 12 160-169 10 27 170-179 7 37 180-189 6 44 190-199 0 50 Jumlah 50 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 Kejadian 1 Kejadian 2 14 Grafik 8 Gravik Ogive 129,5 139,5 149,5 159,5 169,5 179,5 189,5 199,5 Grafik garis patah-patah Grafik ini banyak dijumpai pada grafik deret berkala yang digunakan untuk mengetahui perubahan yang terjadi dengan berjalannya waktu. Contoh Grafik 9. Grafik garis patah-patah 60 55 50 45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 5 10 15 20 25 30 35 15 dengan grafik patah-patah maka perubahan yang terjadi akan tampak lebih jelas jika dibandingkan dengan garis lurus atau lengkung, Grafik garis lengkung (Kurva) Kurva merupkan gravik yagn dihasilkan secara teoretis. Dalam praktiknya kurva yang ada merupakan hasil penghalusan, misalnya suatu histogram dengan kelas interval yang sangat kecil hingga membentuk suatu kurva. Bentuk kurva bermacam-macam, secara garis bersar dapat dibadi berdasarkan simetrisitas, tinggi puncak, banyaknya puncak dan berdasarkan bentuk. - Berdasarkan simetrisitas. * Kurva simetris Dikatanak kurva simetris bila kurva dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama dan sebangun. Kurva ini dihasilkan dari distribusi teoretis atau dihasilkan dari pengamatan yang sangant banyak, * Kurva asimetris Kurva asimetris disebut juga kurva miring, kemiringannya ditentukan oleh kaki kurva. Bila kaki kurva terletak disebelah kanan maka dikatakan miring ke kanan atau skew positif, sedangkan bila kaki kurva terletak dikiri maka disebut kurva miring kekiri atau skew negatif Grafik 10 Skew Positif Grafik 11 Skew Negativ 16 - Berdasarkan tinggi puncak * Kurva normal=mesokurtik Ciri-cirinya : grafik terletak diatas absis, simetris berbetuk lonceng, dihasilkan dari jumlah observasi yang banyak, mempunyai satu puncak, dihasilkan dari data kontinyu, luas kurva 1,0, grafik mendekati sumbu X pada persimpangan 3 SD, bila kaki kurva diperpanjang tidak akan mendekati absis * Kurva leptokurtic Kurva ini merupakan kurva simetris dengan puncak yang tinggi. * Kurva platikurtik. Kurva ini merupakan kurva simetris dengan puncak yang rendah. - Berdasarkan jumlah puncak * Grafik unimodal, Bimodal dan Multimodal. Dikatakan kurva Unimodal juka hanya mempunyai satu puncak dan Kurva Bimodal jika mempunyai 2 puncak. Grafik 12 Kurva Normal Grafik 13 Kurva Leptokutik Grafik 14 Kurva Platikurtik Grafik 15 Kurva Unimodal Grafik 16 Kurva Bimodal Grafik 17 Kurva Multimodal 17 - Berdasarkan bentuk * Kurva berbentuk J * Kurva berbntul L d) Grafik Pencar (Scattered diagram). Grafik ini dihasilkan dari titik-titik koordinat dan merupakan grafik korelasi atau grafik kecenderungan karena digunakan untuk mengetahui hubungan antara 2 variabel yang berpasangan. e) Grafik model (Piktogram). Bentuk gambar yang menyerupai aslinya. Grafik 18 Kurva Bentuk J Grafik 19 Kurva Bentuk L Grafik 20 Grafik 21 Grafik 22 Grafik 23

1 komentar:

  1. bagus bgat embak,,,,,
    kaya ama orangya hehehehe

Poskan Komentar